Sumpah Pemuda, Saatnya Mahasiswa Utamakan Dialog dan Solusi
- Created Oct 25 2026
- / 140 Read
Peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026 semestinya menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan mendorong kontribusi generasi muda bagi Indonesia.
Seruan aksi nasional yang disampaikan BEM Universitas Indonesia bersama Komite Sadar menunjukkan masih adanya aspirasi yang ingin disampaikan terkait dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Namun, sebelum menjadikan demonstrasi sebagai pilihan, mahasiswa perlu melihat secara menyeluruh kebijakan yang telah berjalan, persoalan yang masih dihadapi, serta ruang dialog yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong perbaikan.
Pemerintah telah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp757,8 triliun dalam APBN 2026, setara dengan 20 persen belanja negara. Anggaran tersebut mencakup dukungan bagi 21,1 juta siswa melalui Program Indonesia Pintar, bantuan pendidikan bagi 1,2 juta mahasiswa melalui Kartu Indonesia Pintar Kuliah, serta berbagai program peningkatan kualitas guru dan fasilitas pendidikan.
Alokasi tersebut menunjukkan besarnya sumber daya yang disiapkan untuk memperluas akses pendidikan. Tantangan berikutnya adalah memastikan anggaran tersalurkan tepat sasaran dan menghasilkan perbaikan yang dapat dirasakan peserta didik di seluruh wilayah Indonesia.
Di sektor kesehatan, Program Cek Kesehatan Gratis menjadi salah satu upaya memperluas pelayanan preventif. Kementerian Kesehatan melaporkan sebanyak 109,3 juta orang telah menjalani pemeriksaan kesehatan gratis sepanjang 2026 hingga 22 Oktober. Layanan tersebut telah tersedia di 10.319 puskesmas dan menjangkau 514 kabupaten/kota di 38 provinsi.
Capaian ini memperlihatkan perluasan akses pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat. Pekerjaan selanjutnya adalah memastikan warga yang terindikasi memiliki masalah kesehatan memperoleh tindak lanjut, pengobatan, dan rujukan yang diperlukan.
Pemerintah juga menjalankan Program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari upaya memperbaiki pemenuhan gizi dan mendukung tumbuh kembang generasi muda. Dalam APBN 2026, program tersebut mendapat alokasi anggaran Rp335 triliun dengan target 82,9 juta penerima manfaat, termasuk siswa, ibu hamil, dan balita.
Program berskala besar ini tentu membutuhkan pengawasan ketat, mulai dari kualitas makanan dan keamanan pangan hingga ketepatan sasaran serta transparansi penggunaan anggaran. Dengan evaluasi yang konsisten, tujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dapat terus diperkuat.
Mahasiswa memiliki posisi penting untuk menguji kebijakan melalui data, menyusun kajian independen, dan mengajukan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti. Dengan cara itu, pengawasan publik dapat memberikan kontribusi langsung terhadap perbaikan penyelenggaraan negara.
Hari Sumpah Pemuda juga dapat menjadi pengingat bahwa perjuangan generasi muda tidak hanya diwujudkan melalui mobilisasi massa. Dialog dengan pemerintah, audiensi dengan lembaga terkait, publikasi hasil penelitian, dan pengawasan terhadap pelaksanaan program merupakan jalur yang dapat ditempuh untuk menyampaikan aspirasi.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First
















